Kepala Disdik Tegaskan Sebagian Besar SMPN di Bondowoso Berikan Seragam Geratis
BONDOWOSO - Sugiono Eksantoso Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bondowoso menegaskan, sebagian besar SMPN memberikan seragam sekolah gratis pada siswa.
"Jumlah SMP di Bondowoso 48 sekolah, sebagian besar, hampir 40 sekolah memberikan seragam gratis ke siswanya," ujarnya usai diundang memberikan klarifikasi oleh Komisi IV DPRD Bondowoso, Selasa (01/08/2023).
Lebih lanjut, Sugiono mengungkapkan, ternyata di Bondowoso ada sekolah SMP yang memberikan seragam gratis pada sisanya, salah satu sumber dananya berasal dari sumbangan atau iuran dari guru-gurunya.
Di lain pihak, juga ada sekolah mengkoordinir membeli seragam melalui komite sekolah yang dijual melalui kompresi sekolah. Namun siswa sebenarnya tidak harus beli.
"Untuk yang mampu dipersilahkan beli di koperasi sekolah, tapi dengan catatan koperasi menjual tidak boleh lebih dari harga jual yang ada pasaran," imbuhnya.
Pihaknya sudah melakukan kroscek ke sekolah. Ternyata sekolah ada yang sudah menerapkan subsidi silang. Yang tidak mampu ternyata diberikan seragam gratis oleh sekolah.
Dia mengatakan, ternyata antara sekolah satu dengan yang lainya soal harga seragam sekolah tidak sama, karena ditentukan dengan kualitas kainnya.
"Ada sekolah memberi harga di bawah Rp.1 juta dengan 4 setelah serangan lengkap dengan kaos kakinya, sepatu, sabuk dan songkoknya," imbuhnya.
Dia berharap, tahun depan pendidikan di Bondowoso bisa memberikan seragam gratis ke siswa-siswinya dan tetap berkualitas hasilnya.
"Kami juga akan membuat surat edaran larang untuk kegiatan sekolah di hotel. Perpisahan dan tasyakuran bisa dilaksanakan di sekolah, sehingga bisa menghidupkan UMKM di sekitar sekolah," tutupnya.
Mantan Aktivis pendidikan itu juga berencana melarang terhadap kegiatan yang bentuknya terlalu berdosa foya di sekolah. Seperti perpisahan dilaksanakan di hotel.
Menurutnya, seharusnya kegiatan tasyakuran dan pelepasan siswa dapat dilaksanakan di sekolah, sehingga sanak saudaranya dapat menyaksikan bersama.
"Kadang mbah mbahnya melihat juga itu kalau diselenggarakan di sekolah acara tasyakuran," tutupnya.
What's Your Reaction?