Ratusan Mahasiswa UNEJ Laksanakan Abdi Desa di Bondowoso dengan Kembangkan Program Unggulan
BONDOWOSO- Ratusan mahasiswa administrasi negara UNEJ melaksanakan kegiatan studi lapangan abdi desa dengan mengembangkan model Musrembangdes untuk progran pembangunan unggulan, di Desa Sumber Wringin, Kecamatan Sumber Wringin, Kabupaten Bondowoso, Jumat (17/11/2023).
Menariknya bersama mereka juga ada beberapa mahasiswa luar UNEJ dari Universitas Jambi, Universitas Haluoleo Kendari, Universitas Nusa Cendana Kupang, dan Universitas Timor NTT.
Mereka bersama sama datang ke sumber wringin Bondowoso untuk Praktikum Kuliah dengan mempelajari langsung bagaimana pengembangan potensi desa yang sudah jalan serta belajar praktik dan menemukan formula atau model Musrenbang Desa yang efektif untuk dijalankan di desa.
Mereka didampingi langsung oleh Tim Dosen Drs Supranoto, PhD dan Hermanto Rohman S.Sis,MPA serta Pemerintah Desa dan BUMDES.
Hermanto Rohman menyampaikan dipilihnya Desa Sumberwringin karena desa ini memang memiliki potensial ke depan sebagai pendukung Branding Bondowoso Republik Kopi (RBK) dan Implementasi Wisata Internasional Ijen Geopark.
Kata Hermanto, Sumberwringin memiliki komoditas unggulan Kopi serta secara letak geografis diapit gunung dengan kaldera dan kawah yang cantik yang diakui dunia yaitu Raung dan Ijen.
"Selain itu desa ini sedang semangat semangatnya dan getol menggerakkan anak muda kembangkan unggulan desa " ujarnya.
Kehadiran Mahasiswa langsung disambut oleh Okta Setiawan yang dikenal dengan nama Cadas selaku perwakilan perangkat desa serta Penasihat dan Direktur BUMDES.
Mahasiswa diperkenalkan bagaimana masyarakat, potensi desa Sumberwringin dan pengembangan yang sudah dilakukan oleh desa.
Sedangkan Pengurus BUMDES menjelaskan tentang potensi desa yang sudah dikembangkan dan perencanaan pengembangan kedepan.
Drs Supranoto, PhD juga menyampaikan, bahwa pasca pengarahan mahasiswa besoknya langsung diarahkan terjun kelapangan dengan melakukan pemetaan menjadi 8 kelompok sebagai representasi model tim perumus program di tingkat dusun, mereka disebar di titik titik dusun.
"Mereka memetakan masalah, potensi desa dan kemudian merumuskan rencana program kegiatan yang menjadi prioritas dikembangkan ditiap dusun," ujarnya.
Katanya, Mahasiswa sangat antusias melakukan proses ini dan dari hasil pemetaan lapangan dengan mengamati lingkungan dan wawancara langsung mereka bisa rumuskan program dan kegiatan yang disusun berbasis lapangan.
Dia menjelaskan, Program dan Kegiatan yang disusun ini kemudian dipajang dalam "Bazar Rencana Program Dusun" dalam 8 titik tempat.
Dalam Bazar rencana program ini, mahasiswa berkeliling melakukan penilaian atas program yang digali oleh masing masing tim dan mahasiswa yang berkeliling ini merepresentasikan warga desa untuk mendapatkan gambaran rencana program desa yang sudah dirumuskan tim masing masing dusun.
Hasil penilaian warga ini kemudian diaspirasikan pada tim perumus perencanaan program tingkat desa dan kemudian dieksplore dalam diskusi seluruh mahasiswa sebagai representasi Rembuk Desa penentuan program prioritas desa.
Delapan skor tertinggi hasil penilaian yang didapat dari mahasiswa saat bazar program dusun ini kemudian disampaikan oleh tim pengusul program dan untuk dimasukkan dalam rumusan rencana program yang dibawa ke Musrembangdes.
Okta Setiawan perwakilan perangkat desa dan utusan pak kades menyampaikan apa yang dilakukan mahasiswa ini menarik, meskipun mereka melakukan praktikum tapi kayaknya model simulasi dari praktikum ini bisa diadopsi oleh desa untuk diterapkan sebagai model baru musrenbangdes yang lebih responsif dan kreatif.
"Oleh karena itu saya berharap ini bisa dibuat tertulis dalam bentuk modul yang bisa kita manfaatkan untuk musrembang kedepan," imbunya.
Selain itu pihaknya berharap bahwa hasil rekomendasi praktikum ini juga menarik karena ada perencanaan dari hulu ke hilir yang terintegrasi mulai dari Pemberdayaan Petani Kopi melalui Pengembangan Lahan Kopi berbasis Integrated Farming , Pengembangan Eduwisata Kopi, Pengembangan Destinasi terkoneksi Teduh Glamping, Hutan Pelangi, Hutan Bambu Desa.
"Pengembangan Pemasaran Produk UMKM melalui Pasar Pring Desa dan juga pemasaran digital branding produk dan desa mohon ini juga ditulis untuk dipakai sebagai bahan musrembang desa kedepan," pungkasnya.
What's Your Reaction?