Tri Suwaka Getarkan Teduh Glamping, Promosikan Ijen Geopark Bondowoso Lewat Musik

Konser Sound of Ijen Caldera menghadirkan musisi Tri Suwaka di Teduh Glamping, Sumberwringin, Bondowoso. Acara ini memadukan musik, alam, dan promosi wisata Ijen Geopark untuk memperkuat citra Bondowoso sebagai destinasi kelas dunia.

Oct 12, 2025 - 01:28
Tri Suwaka Getarkan Teduh Glamping, Promosikan Ijen Geopark Bondowoso Lewat Musik
KH Abdul Hamid Wahid Bupati Bondowoso bersama Forkopimda

BONDOWOSO– Alunan musik berpadu dengan udara sejuk pegunungan Sumberwringin menghadirkan suasana romantis di kawasan Desa Wisata Teduh Glamping, Kecamatan Sumberwringin, Kabupaten Bondowoso, Sabtu malam (11/10/2025). Ratusan pengunjung larut dalam suasana syahdu di bawah langit berbintang, menikmati harmoni antara musik, alam, dan promosi wisata.

Event bertajuk Sound of Ijen Caldera itu menjadi ajang kolaborasi unik antara seni musik dan keindahan alam Bondowoso. Acara ini menandai babak baru promosi wisata kreatif yang menonjolkan keunggulan kawasan Ijen Geopark, salah satu aset kebanggaan Kabupaten Bondowoso yang telah diakui UNESCO.

Musisi Tri Suwaka tampil memukau dengan sejumlah lagu hits yang dikemas dalam aransemen akustik penuh kehangatan. Penampilannya memikat para penonton dari berbagai daerah, menciptakan suasana yang akrab dan penuh energi positif di tengah dinginnya udara pegunungan.

Bupati Bondowoso KH Abdul Hamid Wahid menegaskan bahwa Sound of Ijen Caldera merupakan bagian dari strategi revalidasi UNESCO Global Geopark (UGG) yang kini tengah dilakukan pemerintah daerah. Menurutnya, promosi kreatif seperti ini penting untuk menjaga eksistensi Bondowoso di kancah wisata dunia.

“Kita tahu Tri Suwaka ini publik figur yang sudah cukup dikenal. Kami berharap kehadirannya ikut mengampanyekan wisata Ijen yang merupakan primadona Bondowoso,” ujar Ra Hamid saat membuka acara. Ia menambahkan, Bondowoso harus terus menghadirkan inovasi wisata agar tetap relevan dan diminati wisatawan.

Tahun ini, Sound of Ijen Caldera digelar di luar kawasan Sempol dan Ijen seperti tahun-tahun sebelumnya. Ra Hamid menjelaskan, Teduh Glamping dipilih karena lokasinya masih termasuk bagian dari UNESCO Ijen Geopark Bondowoso serta menawarkan suasana baru bagi wisatawan.

Plt Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Bondowoso, Zola, menyebut kegiatan ini bukan sekadar konser musik, melainkan bentuk promosi wisata berbasis kreativitas. “Ini adalah cara baru memperkenalkan potensi Bondowoso. Musik dan alam jika dipadukan bisa menghasilkan promosi yang efektif dan berkelas,” ujarnya.

Menurut Zola, pendekatan semacam ini kini menjadi tren dalam industri pariwisata global. Wisatawan tidak lagi sekadar mencari pemandangan indah, tetapi juga pengalaman emosional yang menyentuh — dan Sound of Ijen Caldera menghadirkan semua itu dalam satu paket.

Sumberwringin, yang berada di kaki Gunung Raung dan Ijen, kini mulai naik daun sebagai destinasi ekowisata. Dengan panorama hutan pinus, udara sejuk, serta kebun kopi yang membentang luas, kawasan ini menjadi lokasi ideal bagi wisata berbasis alam dan budaya.

Kehadiran Tri Suwaka dan rekan duetnya, Nabila Maharani, menjadi daya tarik tersendiri. Dengan gaya santai dan enerjik, mereka tak hanya menghibur, tapi juga menyampaikan pesan tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. “Musik bisa jadi jembatan antara pariwisata dan kepedulian alam,” kata Tri Suwaka dari atas panggung.

Tri Suwaka mengaku awalnya mengenal Bondowoso lewat tayangan televisi bertema horor. Namun setelah datang langsung, ia justru jatuh cinta dengan kekayaan alam dan budaya setempat. “Dulu tahunya Bondowoso dari acara Uka-Uka. Tapi ternyata Bondowoso punya banyak potensi — ada kopi, tape, dan wisata alam yang luar biasa,” ujarnya sambil tersenyum.

Sementara Nabila Maharani mengungkapkan kekagumannya terhadap fenomena blue fire Kawah Ijen yang mendunia. “Banyak wisatawan rela datang jauh-jauh hanya untuk melihat blue fire. Itu luar biasa,” katanya.

Camat Sumberwringin, Probo Nugroho, SH, menuturkan bahwa kegiatan semacam ini memberi dampak ekonomi nyata bagi masyarakat. “Homestay terisi penuh, warung makan ramai, dan penjual suvenir kebanjiran pembeli. Ini bukti bahwa pariwisata kreatif bisa menggerakkan ekonomi desa,” jelasnya.

Selain penampilan musik, pengunjung juga disuguhi pengalaman wisata malam yang menenangkan. Teduh Glamping dikelilingi hutan pinus dan hamparan kebun kopi, menciptakan suasana damai bagi mereka yang memilih bermalam di tenda mewah berkonsep glamping.

Sound of Ijen Caldera menjadi bagian penting dari Program Pengembangan Ijen UNESCO Global Geopark yang diinisiasi Pemerintah Kabupaten Bondowoso. Tujuannya memperkuat citra Bondowoso sebagai destinasi wisata kelas dunia yang menggabungkan keindahan alam, budaya, dan kreativitas masyarakat.

Dengan slogan “Bondowoso The Highland Paradise”, acara ini menegaskan kembali posisi Bondowoso sebagai surga dataran tinggi yang kaya pesona. Musik, alam, dan kebersamaan berpadu dalam harmoni, menjadikan Bondowoso semakin bergaung di peta wisata internasional.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow