FKN 2025 Ke-8, Dinas Pertanian Ungkap Kopi Bondowoso Sudan Ekspor ke Enam Negara dan Panggung Promosi

Sep 7, 2025 - 15:38
FKN 2025 Ke-8,  Dinas Pertanian Ungkap Kopi Bondowoso Sudan Ekspor ke Enam Negara dan Panggung Promosi
KH Abdul Hamid Wahid Bupati Bondowoso saat mengunjungi stan kopi peserta FKN Ke-8

BONDOWOSO– Festival Kopi Nusantara (FKN) kembali digelar di Kabupaten Bondowoso. 

Memasuki tahun ke-8, ajang ini bukan sekadar pesta rakyat, melainkan panggung besar untuk mempromosikan kopi arabika dan tembakau berkualitas tinggi yang sudah lama menjadi komoditas ekspor unggulan.

Festival yang dipusatkan di Alun-alun Raden Bagus Asra (RBA) Bondowoso itu berlangsung pada 4–6 September 2025. 

Ribuan masyarakat, petani, eksportir, hingga pelaku usaha hadir untuk meramaikan perhelatan akbar tersebut.

Kegiatan ini diprakarsai oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Bondowoso. Kepala dinas, Hendri Widotono, menyebut tujuan utama FKN adalah memperluas pasar produk perkebunan lokal.

 “Kami ingin mendorong hilirisasi produk kopi dan tembakau, sehingga petani mendapat nilai tambah,” ujarnya.

Bondowoso sendiri sudah lama dikenal sebagai salah satu sentra kopi arabika terbaik. Dua produk khasnya, Java Ijen Raung dan Hyang Argopuro, bahkan telah memperoleh pengakuan indikasi geografis. Sementara itu, tembakau Bondowoso juga dikenal berkelas ekspor dengan kualitas yang diakui pasar internasional.

Festival ini digelar dengan dasar hukum yang jelas. Program tersebut tercatat dalam DPA OPD Dinas Pertanian Tahun 2025, sesuai Perda Nomor 12 Tahun 2024 tentang APBD 2025 dan Perbup Nomor 21 Tahun 2024 tentang Penjabaran APBD.

Sejumlah lomba mewarnai jalannya festival. Mulai dari uji cita rasa kopi arabika dan robusta, lomba brewing V60, cup tester, hingga lomba kebun kopi. Panitia juga menyiapkan kompetisi unik seperti lomba video pendek bertema kopi serta lomba merajang dan melinting tembakau.

Antusiasme datang dari berbagai daerah. Sedikitnya 14 provinsi dan 20 kabupaten di Indonesia mengirimkan wakilnya untuk mengikuti lomba citarasa kopi. Dari 30 sampel arabika yang masuk, 29 dinyatakan memenuhi kategori arabika speciality. Sedangkan 16 dari 30 sampel robusta dinilai berkualitas baik.

Rangkaian FKN ke-8 juga diawali dengan agenda capacity building dan business matching pada 3 September 2025 di Grand Padis. Pertemuan ini mempertemukan petani dan pelaku usaha dengan buyer dari PT Argopuro Walida Cafe, PT Indokom, serta Catur Cafe.

Hasilnya tidak main-main. Dari pertemuan tersebut, tercatat kontrak dagang sebesar 60 ton kopi dengan harga Rp130 ribu per kilogram atau senilai Rp7,8 miliar. Tak hanya itu, kopi Bondowoso juga langsung menembus pasar internasional.

Tercatat total 24,4 ton kopi Bondowoso diekspor ke enam negara, yaitu Belanda, Jerman, Polandia, Jepang, Singapura, dan Turki. Nilai transaksi dari ekspor tersebut mencapai Rp5,7 miliar.

Festival kemudian dilanjutkan dengan berbagai babak lomba. Pada 4 September digelar penyisihan lomba brewing V60 dan cup tester, lalu semifinal hingga final pada 5 September. Puncaknya, 6 September, diadakan lomba cup tester khusus OPD, smoke tester untuk masyarakat umum, serta lomba tembakau.

Acara penutupan berlangsung meriah. Selain penyerahan hadiah dan hiburan rakyat, hadir pula Bupati dan Wakil Bupati Bondowoso, Sekretaris Daerah, Forkopimda, serta pimpinan DPRD Kabupaten Bondowoso.

Pemkab Bondowoso menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara, mulai dari Bank Indonesia, Bank Jatim, DPRD, hingga berbagai organisasi perangkat daerah.

Lewat sinergi ini, pemerintah berharap jejaring pemasaran produk kopi dan tembakau Bondowoso semakin luas. Dengan begitu, harga jual meningkat dan kesejahteraan petani semakin terdongkrak.

Festival Kopi Nusantara Bondowoso 2025 bukan hanya ajang promosi, melainkan momentum memperkuat posisi Bondowoso sebagai “Kota Kopi Arabika” sekaligus sentra tembakau berkualitas dunia.

Penulis: Zainal Muhaimin

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow