Program Unggulan Rahmad, Pajak Warga Miskin Ekstrim Dibebaskan, Honor Guru Ngaji Tepat Waktu

Nov 20, 2024 - 06:42
Program Unggulan Rahmad, Pajak Warga Miskin Ekstrim Dibebaskan, Honor Guru Ngaji Tepat Waktu
Dabet publik ketiga Bupati Bondowoso 2024

BONDOWOSO- Program unggulan Pasangan Calon (Paslon) Ra Hamid dan Ra As'ad (Rahmad) Calon Bupati dan Wakil Bupati Bondowoso (Cawabup) berupa Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Warga miskin ekstrim digratiskan.

Program honor guru ngaji juga akan diberikan tepat waktu.

Hal itu disampaikan oleh Cabup 01 Ra Hamid saat memaparkan visinya dalam debat ketiga Pilkada 2024 Bondowoso di Hotel Palm, Selasa (19/11/2024).

Tema debat kandidat yang ke 3 ini soal Pajak, Pengelolaan APBD, Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup serta Pariwisata.

Paslon Rahmad ini berkomitmen mendorong pembangunan ekonomi, memajukan usaha mikro dan mengutamakan kepentingan umum.

“Filosofinya adalah hak masyarakat diutamakan baru bicara soal kewajibannya,” kata pria bernama lengkap KH Abd Hamid Wahid tersebut.

Menurutnya, jika masyarakat berdaya maka partisipasi di sektor pajak dengan mudah bisa ditingkatkan.

Paslon Rahmad berkomitmen kepercayaan publik harus dibangun dengan menghadirkan birokrasi yang bersih dan profesional.

“Masyarakat tahu banyak pejabat yang fleksing pakai uang pajak. Itu membuat masyarakat enggan untuk taat pajak,” terang dia.

Digitalisasi dan kesejahteraan petugas pajak juga menjadi salah satu fokus Paslon Rahmad.

Jika dirinya diberikan amanah memimpin Bumi Ki Ronggo, maka Rahmad akan membebaskan PBB bagi masyarakat dengan ekonomi yang sangat terbatas atau miskin ekstrim.

“Ini sebagai wujud prinsip keadilan pajak dan keberpihakan kepada rakyat,” imbuh dia.

Sementara dalam dalam rangka meningkatkan pajak. Ra Hamid dan pasangannya akan melakukan intensifikasi dan ekstensifikasi dengan mengedepankan empat prinsip pajak. Yakni keadilan, kepastian, kemudahan dan efisiensi.

Kemudian dalam pengelolaan APBD dia akan menggunakan prinsip yang tepat, cepat, akuntabel dan pro rakyat.

Tidak hanya lanjut dia, kualitas birokrasi juga penting untuk menciptakan profesionalitas, aparat yang cepat tanggap melayani.

Sebab birokrasi yang tidak berkualitas maka kinerjanya akan bermasalah dan berdampak pada penyerapan APBD lambat, pembayaran Siltap lambat, pembayaran honor guru ngaji lambat, pembangunan infrastruktur lambat sehingga masyarakat yang akan menjadi korban.

“Ini yang sering terjadi di Bondowoso. Kita ingin tidak terjadi pagi di masa-masa yang akan datang,” tegas dia.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow