DPD PSI Bondowoso Merasa Keberatan Atribut Perpolhya Digunakan Oknum bersama Tim Pemenangan Bagus

Sep 7, 2024 - 09:11
DPD PSI Bondowoso Merasa Keberatan Atribut Perpolhya Digunakan Oknum bersama Tim Pemenangan Bagus
Diduga penggunaan atribut Parpol PSI bersama tim pemenangan Bagus dan salah seorang calon yang tidak direkimom DPP PSI

BONDOWOSO- Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Bondowoso merasa keberatan atribut partai politiknya (Parpolnya) digunakan oleh oknum bersama tim pemenangan Bambang - Ra Bakir (Bagus).

Jika penggunaan atribut PSI itu mengatas namakan pengurus PSI Kabupaten Bondowoso, maka itu sudah menabrak etika keparpolan, sebab DPP PSI memberikan rekomendasi pencalonan Bupati dan Wakil Bupati pada Ra Hamid dan Ra As'ad.

Demikian disampaikan Yudik Ketua DPD PSI Bondowoso pada media, Jamat (6/9/2024).

Yudik menyesalkan penggunaan atribut PSI bersama Bagus oleh oknum yang tak bertanggung jawab yang disinyalir adalah pengurus PSI lama. Padahal DPP sudah mencabut SK kepengurusan yang lama dan mengganti kepengurusan yang baru.

"Saya berharap DPP bertindak sesuai peraturan yang ada, karena saya selaku ketua DPD PSI Kabupaten Bondowoso tetap mematuhi rekomendasi DPP PSI yang diberikan kepada pasangan Rahmad atau Ra Hamid - Ra As'ad untuk mencalonkan Bupati dan Wakil Bupati Bondowoso," kata Yudik.

Yudik menyampaikan, sebenarnya sudah jelas rekomendasi DPP PSI berupa B1KWK kepada pasangan Rahmad. Namun sangat disayangkan apabila ada oknum yang menggunakan atribut PSI bersama pasangan Bagus.

"Saya Yudik merasa keberatan atas atribut partai PSI yang telah digunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab," ujarnya.

Yudik menerangkan, untuk diterima di KPU harus melalui tahapan-tahapan, sesuai aturan yang ada, seperti harus menyerahkan SK kepengurusan, membawa B1KWK DPP, Silon, Sipol dan persyaratan lain

Kata Yudi, yang jelas kalau masih ada yang kurang pemberkasan, maka tidak akan bisa menjadi partai pengusung.

"Iya, termasuk ketua tim pemenangan Pak Bambang itu, seharusnya kan tidak memicu persoalan begini, seharusnya kan tidak memicu persoalan begini, wah beliau pinter loh, tau banget mekanismenya seperti apa kalau mau masuk KPU, kenapa bisa linglung begitu, bisa tanpa etika," ujarnya.

Menurut Yudik, seharusnya tim pemenangannya Pak Bambang memahami dan menghormati tentang etika kepartaian, bukan justru terindikasi mengadu domba.

"Kalau oknum iya boleh lah, tapi di situ ada atribut partai yang jelas jelas DPP rekomnya ke siapa, maka harus dihormati dan harus hati hati," tutupnya.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow