Pasang Gambar Presiden Terpilih hingga Kiai PBNU, Paslon 02 Pilkada di Bondowoso Terkesan jadi Tukang Klaim Didukung Tokoh Nasional

Oct 15, 2024 - 10:29
Pasang Gambar Presiden Terpilih hingga Kiai PBNU, Paslon 02 Pilkada di Bondowoso Terkesan jadi Tukang Klaim Didukung Tokoh Nasional
Gambar Presiden Indonesia terpilih dan KH Amin Said Husni PBNU yang dipasang disandingkan dengan Paslon 02 Bambang dan Ra Bakir (Bagus)

BONDOWOSO- Pasangan calon (Paslon) 02 pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2024 di Kabupaten Bondowoso terkesan menjadi tukang klaim telah didukung tokoh nasional hingga Presiden Indonesia terpilih.

Gambar tokoh nasional dan Presiden Indonesia terpilih bersama wakilnya itu dipasang dengan cara disandingkan bersama gambar Paslon 02 Bambang dan Ra Bakir (Bagus).

Gambar yang dipasang oleh Paslon 02 dari gambar Prabowo Subianto Presiden Republik Indonesia terpilih bersama wakilnya, Gibran Rakabumi Raka tanpa izin pada pihak yang bersangkutan.

Gambar KH. Amin Said Husni Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sekaligus mantan Bupati Bondowoso 2 periode juga tak luput dipajang dan disandingkan dengan Paslon 02.

Gambar Presiden Republik Indonesi terpilih dan gambar salah seorang kiai pengurus PBNU seakan akan dikesankan sudah memberikan dukungan kepada Paslon 02 Bambang dan Ra Bakir (Bagus).

Tak hanya cukup sampai disitu saja. salah seorang kiai di Pengasuh Pondok Pesantren Sumber Wringin juga tak luput diklaim telah mendukung Paslon 2. Sehingga pengasuh yang meneruskan perjuangan KH Khotib Umar pengasuh pondok pesan terkemuka di Jember itu memberikan klarifikasi melalui video berdurasi pendek.

Pemasangan gambar itu dibuat oleh terduga tim calon Bupati dan Wakil Bupati pasangan Bagus, yang seakan-akan dan dikesankan telah mendukung Paslon 02.

Pemasangan gambar tokoh nasional hingga Presiden Indonesia terpilih itu tanpa izin pada pihak yang bersangkutan pemilik gambar.

Pemasangan gambar itu kemudian menua respon klarifikasi dari pihak pihak terkait.

Misalnya kemarin, Ketua DPC Gerindra Bondowoso H. Setyo Budi memberikan klarifikasi ketika gambar Prabowo Subianto Presiden Indonesia terpilih dipasang dan disandingkan dengan Paslon 02.

Padahal rekomendasi partai Gerindra secara nyata telah diberikan kepada pasangan Ra Hamid dan Ra As'ad (Rahmad).

Menurut H. Setyo Budi, kejadian itu sangat disayangkan sekali, mengingat Partai Gerindra, baik dari tingkat pusat atau DPP, Jatim atau DPD maupun DPC Bondowoso sudah sepakat dan telah memberikan rekomendasi atau dukungan terhadap Paslon Ra Hamid dan Ra As'ad (Rahmad) di Pilkada Bondowoso 2024.

"Pemakaian foto atau gambar Prabowo Subianto itu tidak pamit atau asal catut dan bukan perintah pusat atau tidak ada persetujuan dari Partai Gerindra," ujarnya.

H. Setyo Budi mengaku, maraknya banner paslon 02 yang disandikan dengan Gambar Prabowo-Gibran itu bukan dari relawan, anggota, pengurus partai yang dipimpin Presiden Indonesia terpilih.

"Pemasangan itu nyata tanpa persetujuan dari Partai Gerindra," ujarnya.

Kata H. Setyo Budi, masyarakat harus paham, bahwa bapak Prabowo Subianto selaku ketua umum Partai Gerindra telah merekomendasikan dan mendukung pasangan Rahmad Nomor Urut 01 di Pilkada Bondowoso 2024.

"Keputusan itu harus kita dukung sepenuhnya untuk memenangkan pasangan Rahmad di Bondowoso," ujarnya.

Dirinya berharap kepada masyarakat agar tidak termakan isu-isu yang mengatasnamakan bapak Prabowo dan Partai Gerindra.

Oleh karena itu, H. Setyo Budi menghimbau kepada masyarakat Bondowoso, untuk tidak terpengaruh terhadap isu-isu yang beredar saat ini dan tidak terpengaruh pencatutan gambar Presiden Terpilih di Paslon 02.

"Partai Gerindra tetap solid apa yang sudah menjadi keputusan pimpinan untuk memenangkan pasangan Rahmad di Pilkada Bondowoso," ujarnya.

Selain itu, KH Amin Said Husni PBNU yang juga mantan Bupati Bondowoso 2 periode turut serta memberikan klarifikasi, karena gambarnya dipasang dan disandingkan dengan gambar Paslon 02, yang seakan akan tokoh tersebut mendukung Paslon Bagus.

Peristiwa itu terungkap melalui flyer yang beredar di media sosial (Medsos), baik whatsapp maupun facebook.

"Terkait flyer yang beredar di media sosial itu tidak benar. Saya tidak pernah memberikan dukungan pada calon Bagus," kata KH Amin Said Husni pada media, Jumat (27/9/2024).

Dia meminta masyarakat untuk memilih calon dengan cara terlebih dahulu melihat trade record calon yang akan dipilih.

Pihaknya mengaku mengetahui terhadap kapasitas, integritas, kapabilitas, komitmen dan networking yang dimiliki oleh KH. Abdul. Hamid Wahid atau Ra Hamid.

"Saya ini alumni Nurul Jadid, dan KH Abdul Hamid Wahid itu sepupu saya. Jadi jelas, ada hubungan dekat antara saya dan KH. Abd. Hamid Wahid," ujarnya.

Sementara, salah satu komentar di grup Facebook dengan nama akun Misbah mengatakan bahwa Kontroversi-kontroversi seperti Ini sengaja diciptakan (By Desain).

" Bisa jadi demikian, lalu untuk apa untuk menaikkan popularitas bagi calon yang memiliki tingkat popularitas rendah salah satu alternatif menaikkan popularitasnya adalah dengan menciptakan kontroversi, sehingga panggung politik menjadi ramai," ujarnya.

Kata Misba, model seperti itu memang dibuat heboh terlebih dahulu, sehingga populer dan orang mencari tahu atau menciptakan keingintahuan dengan piranti kontroversi bertujuan untuk menjadi pusat perhatian publik.

"Memang model seperti ini yang diinginkan, " kata Misbah dalam komentarnya.

Perlu diketahui, KH. Abd. Hamid Wahid sendiri merupakan Calon Bupati Bondowoso di Pilkada 2024.

Ra Hamid dalam Pilkada 2024 ini didampingi oleh Ra As'ad Yahya Syafi'i sebagai calon Wakil Bupati Bondowoso.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow