Marak Dugaan Jual Beli Seragam Sekolah Mahal di SMP, Begini Rekomendasi DPRD Bondowoso
BONDOWOSO - Maraknya dugaan jual beli seragam di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) Bondowoso banyak dikeluhkan wali murid, hingga menjadi sorotan publik.
Bahkan, Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bondowoso ikut menyoroti persoalan itu setelah adanya aduan dari wali murid dan pemerhati pendidikan terkait dugaan praktik jual beli seragam di lembaga sekolah-sekolah SMP.
Komisi IV kemudian mengundang Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) dan Kabid SMP untuk diminta klarifikasi terkait dengan dugaan jual beli seragam mahal yang diduga terjadi di sekolah-sekolah SMP Kabupaten Bondowoso.
Kukuh Rahardjo Ketua Komisi IV DPRD Bondowoso, menyatakan, sebenarnya tidak mengharamkan yang namanya iuran di sekolah, hanya saja komisi 4 bersepakat iuran itu sifatnya tidak memaksa kepada wali murid, karena di sekolah negeri memang sudah ada aturan tidak boleh ada paksaan untuk membayar iuran sesuatu.
Anggota DPRD yang juga Ketua DPD KNPI Bondowoso itu menerangkan, setelah Komisi IV berdiskusi panjang lebar dengan pihak Disdik, ternyata permasalahan itu terletak di komunikasi, dan kesepakatan itu ternyata bukan berasal dari kebijakan sekolah. Namun kebijakan itu berasal dari hasil rapat antara komite dengan wali murid.
“Kesepakatan itu berupa pembelian seragam sekolah yang dikoordinir oleh komite, agar corak dan warnanya juga seragam. kalau wali murid beli sendiri-sendiri takutnya corak dan warnanya kadang-kadang tidak sama, sehingga dikoordinir komite sekolah. Memang tidak sama jika beli sendiri-sendiri, apalagi yang bentuk seragamnya batik. kemudian disepakati untuk dibelikan secara bersama-sama, dikoordinir, lelu dijual di koperasi sekolah," terangnya, Senin Sore (31/07/2023).
Lebih lanjut, Kukuh menerangkan, bahwa yang menjadi permasalahan komunikasi itu tidak tersampaikan dengan baik pada wali murid dan disinyalir harganya lebih mahal dari harga jual di pasaran.
Kemudian, dari permasalahan itu Komisi IV akan membuat rekomendasi kepada Dispendik, agar harganya seragam itu tidak terlalu mahal dari harga yang biasanya dijual di pasaran.
"Mestinya karena dibelinya secara grosir, maka harganya seragam sekolah itu tidak terlalu mahal, melebihi harga di pasaran," imbuhnya.
Kata Kukuh, Komisi IV mendorong agar harganya tidak terlalu murah. tapi boleh sama dengan pasaran, seperti selisih sedikit dengan harga di pasaran. kemudian hasilnya bisa dibuat subsidi silang untuk siswa yang tidak mampu bisa membeli lebih murah, atau bisa beli separuh harga, bahkan digratiskan untuk siswa yang memang betul-betul orang tidak mampu.
Kukuh mengungkapkan, ternyata di beberapa sekolah sudah menerapkan sistem subsidi silang itu, berupa bagi siswa yang orang tuanya mampu disuruh membeli dan bagi yang orang tuanya yang tidak mampu disubsidi oleh sekolah.
Kukuh melanjutkan, nanti Komisi IV akan merekomendasikan agar Disdik juga mengeluarkan surat edaran yang isinya berupa subsidi silang, sebab permasalahan itu hampir terjadi setiap tahun.
Permasalahan itu juga terjadi tidak hanya di tingkat SD, SMP, tapi jugq terjadi di tingkat SMA.
"Kalau SDN dan SMPN itu wewenang Komisi IV DPRD, tapi kalau SMA itu wewenangnya Pemerintah Provinsi (Pemprov), itu SMAN juga terjadi masalah yang hampir sama dan muncul di media juga. tidak hanya terjadi di Jawa Timur, tapi hampir terjadi di seluruh Indonesia," ujarnya.
Dia berharap, jangan sampai permasalahan itu menjadi masalah klasik yang terus menerus terjadi berulang-ulang setiap tahunnya.
Makanya, Komisi IV akan mendesak agar Disdik mengeluarkan surat edaran yang isinya tidak boleh mewajibkan seluruh siswa membeli seragam di tempat tertentu dengan harga tertentu dan tidak boleh ada paksaan dari komite atau sekolah harus membeli.
“Komisi IV juga akan mendorong agar ada subsidi silang, jika siswa anak orang miskin yang membeli harus ada selisih harga lebih murah dibandingkan dengan untuk siswa yang berlatar belakang orang tuanya yang mampu. Hasilnya bisa digunakan subsidi untuk siswa yang orangnya tidak mampu alias miskin,” tutupnya.
What's Your Reaction?