PDIP Dukung Pasangan Ra Hamid - Ra As'ad, Begini Kata Ketua DPC PKB Bondowoso
BONDOWOSO- H. Ahmad Dhafir Ketua DPC PKB Bondowoso menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan PDIP untuk ikut bersama-sama mengusung pasangan KH Abdul Hamid Wahid atau Ra Hamid dan KH As'ad Yahya Syafi'i atau Ra As'ad di pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2024.
Niat yang baik PDIP untuk selalu bersama-sama ke depan menjadi energi baru untuk mendorong percepatan program pembangunan di Bondowoso yang selalu menjadi keluhan rakyat.
Hal ini disampaikan H. Ahmad Dhafir untuk merespon PDIP Bondowoso yang telah positif mengajukan rekom dan mengusung pasangan Ra Hamid-Ra As'ad ke DPP PDI untuk mengikuti kontestasi Pilkada 2024, Sabtu (17/8/2024).
Menurut H. Ahmad Dhafir, pada hakikatnya partai dipilih oleh rakyat merupakan amanat yang diberikan dari rakyat baik di legislatif maupun di eksekutif.
"Komitmen PKB bersama calon bupati yang diusung, yakni pasangan Ra Hamid - Ra As'ad untuk mendorong dan mempercepat program-program pembangunan di Bondowoso, khususnya gerak program infrastruktur yang masih tertatih-tatih," ujarnya.
H. Ahmad Dhafir menganggap sikap PDIP Bondowoso untuk bersama sama ke depan menjadi partai pengusung pasangan Ra Hamid - Ra As'ad tentunya ini memiliki pandangan, visi dan niat baik sama, yang orientasinya ingin memenuhi kebutuhan dasar rakyat.
"Baik program di bidang pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, dan infrastruktur," imbuhnya.
PKB kata H. Ahmad Dhafir, meski menjadi partai pemenang, tidak mungkin mampu untuk memikul beban amanat rakyat yang cukup berat ke depan tanpa bersama-sama partai-partai yang lain.
"Sekali lagi kami ucapkan terimakasih kepada PDIP yang telah mau bersama sama PKB ke depan untuk mengusung dan memenangkan pasangan Ra Hamid - Ra As'ad di Pilkada 2024," ujarnya.
Dia menyampaikan, PKB tetap membuka pintu koalisi selebar-lebarnya kepada partai-partai lain untuk mengusung bersama pasangan Ra Hamid - Ra As'ad.
Dirinya pun menganggap semua partai tentunya memiliki niat baik yang sama untuk melayani rakyat di Bondowoso.
Dia pun tidak ingin dianggap mendikte partai-partai lain untuk berkoalisi mengusung Ra Hamid, meskipun dirinya sudah mendengar sejumlah partai ingin berkoalisi. PKB juga menghormati masing-masing keputusan internal politik partai.
Menurutnya, hakikatnya koalisi itu adalah saling menghormati dan saling menghargai masing-masing pimpinan partai yang memutuskan untuk mengusung Ra Hamid.
"Dan keputusan berkoalisi itu bukan saya selaku Ketua DPC PKB, yang harus menyampaikan. Namun partai lain yang menyampaikan," ujarnya.
Dia menyatakan, pintu koalisi PKB sangat terbuka lebar untuk partai lain, karena PKB ingin bersama partai dan anggota DPRD lain untuk bersama-sama mendiskusikan dan mendorong percepatan membangun di Bondowoso.
"Sekalipun PKB menjadi partai pemenang pemilu di Bondowoso, tidak boleh punya niatan untuk tidak menghargai partai lain dan harus menghormati partai-partai lain yang mempunyai niat yang sama untuk mengabdi di Bondowoso," pungkasnya.
What's Your Reaction?