Legenda Ghunong Sabulan Situbondo, Begini Menurut Perangkat Desa
SIBER INDONESIA, SITUBONDO -Ghunong Sabulan, sebuah bukit berbentuk semi oval yang terletak di Dusun Selatan, Desa Mojosari, Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur menyimpan kisah legenda yang menarik.
Fawaid, kerabat Desa Mojosari mengatakan, meski kisah itu bukan fakta sejarah, namun cukup berkembang di masyarakat bahkan tempat tersebut dikeramatkan.
"Kisahnya berlatar masa Kerajaan Medang Periode Jawa Timur saat Ratu Sri Isyana Tunggawijaya meminta pada suaminya Lokapala untuk membikinkan tempat peristirahatan di sebuah daerah di Mojosari, Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo, saat ini," ungkap Fawaid, Selasa (31/10/2023) siang, saat penelusuran legenda desa.
Menurut Fawaid, Lokapala pun bergegas melaksanakan tugas dari istrinya untuk membentuk sebuah bukit yang ditentukan dengan bentuk semi oval. Hal itu dikerjakannya dengan bangsa lelembut diawali malam purnama.
"Bersama para lelembut, pekerjaan itu dituntaskan hingga purnama berikutnya. Total waktu yang dihabiskan adalah selama sebulan," lanjut Fawaid.
Jadi, sambungnya, bukit tersebut akhirnya diberi nama Sabulan yang artinya sebulan. Sedangkan penyebutan "Ghunong" di depan kata "Sabulan" berarti bukit.
"Dalam kata Bahasa Madura, "Ghunong" maksudnya bukit.Maka Ghunong Sabulan, bisa juga disebut bukit Sabulan," terangnya.
Camat Asembagus, Adi Rukmono menyambut positif upaya penelusuran legenda desa tersebut.
"Ini bagian dari kearifan lokal. Tentunya patut kita gali dan hargai. Meski ini kisah legenda, namun pesan yang terkandung di dalamnya perlu kita petik. Misal dalam hal kisah yang disampaikan Pak Fawaid, ada semangat gotong-royong dalam membuat sesuatu," kata Adi. (IK)
What's Your Reaction?