Mengenal Tradisi Sekura, Budaya Masyarakat Sai Batin

Apr 25, 2023 - 11:41
Mengenal Tradisi Sekura, Budaya Masyarakat Sai Batin
Pesta Budaya Sekura Tradisi Budaya Masyarakat Sai Batin Lampung Barat (Foto: Sony/Siberindonesia.id)

 LAMPUNG BARAT - Pesta budaya Sekura adalah pesta budaya tradisional yang dilaksanakan setelah hari raya idul Fitri biasanya dimulai dari 1 Syawal sampai 6 Syawal setiap hari berganti dari pekon (Desa) ke pekon yang lain dalam wilayah kabupaten Lampung Barat.

Sekura dalam kebudayaan ini artinya topeng/penutup wajah atau merubah penampilan yang menggambarkan berbagai bentuk sifat dimuka bumi ini, tapi dalam pesta Sekura ini penggambaran nya adalah suasana suka cita dan kebebasan beraksi serta berekspresi dalam kebersamaan berkelompok.

Dalam kegembiraan setelah memenangkan peperangan melawan hawa nafsu selama 1 bulan penuh di bulan suci Ramadhan masyarakat secara bersama-sama mengenakan Sekura dan merubah penampilan sedemikian rupa yang sifat nya menghibur serta bertujuan utama bersilaturahmi yang berpuncak pada panjat pinang secara berkelompok dengan sistem beguay jejama (bergotong-royong).

Pesta Sekura tak hanya diisi dengan tari-tarian Sekura akan tetapi ada juga beberapa sekura yang memadupadankan dengan kegiatan panjat pinang yang disebut " Sekura Cakak Buah " yakni masyarakat yang sedang ber-Sekura tetapi sembari mengikuti kegiatan panjat pinang.

Dalam perhelatan pesta Sekura ini banyak diikuti masyarakat dari kalangan anak-anak hingga dewasa dengan tujuan menjalin kebersamaan.

Pada zaman penjajahan dahulu Sekura ini juga digunakan untuk menakut-nakuti penjajahan yang ingin menyerang bumi skala bekhak yang mana budaya tersebut diwariskan oleh masyarakat adat sai batin hingga saat ini.

Sekura secara teknis dibagi 2 kelompok yakni, SEKURA BETIK penampilannya helau (indah) lucu, bersih dan sifatnya sebagai penghibur, dengan menggunakan kaca mata gelap, dan semua kostum dari kain panjang dan biasanya penutup kepala menggunakan selindang miwang (kain khas sebutan masyarakat Lampung Barat), kemudian pinggangnya juga dipenuhi gantungan kain panjang "selindang miwang".

Sekura betik lebih mengarah pada menghibur penonton dengan tingkah mereka yang bebas berekspresi, sekura betik tidak berhak mengikuti panjat pinang, hanya sebagai penggembira.

SEKURA KAMAK (kotor) memiliki penampilan kotor, bisa disebut sebagai juga sebagai "Sekura Calak", Kamak adalah ciri sekura ini yaitu memakai topeng dari bahan Kayu atau dari bahan-bahan alami (tumbuh-tumbuhan) dan atau terbuat dari bahan-bahan yang jelek/bekas yang membaluri tubuh mereka yang akan menjadikan penampilannya menjadi lebih unik dan kotor dengan pakaian aneh dan lucu. Sekura Kamak berhak memanjat pinang yang telah ditentukan, untuk bersaing dan bekerjasama dalam berkelompok untuk mencapai puncak dan menjadi pemenang. (Sony)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow