HUT PPNI di Jember, Pedagang Pecel Pincuk Raup Omset Jutaan Rupiah
JEMBER- Peringatan Hari Perawat Nasional Indonesia (PPNI) ke-49 mendatangkan keuntungan dan keberkahan sendiri bagi pelaku UMKM Kabupaten Jember.
Seperti pengakuan salah seorang pedagang nasi pecel pincuk bernama Vivin, yang mangkal di seputar akses masuk Gor PKPSO Kaliwates saat jalan sehat.
“Alhamdulillah, pada kegiatan HUT PPNI kami bisa raup untung di atas satu juta lebih dalam sehari. Terimakasih PPNI,” ungkapnya dengan nada girang.
Vivin memang sengaja, membawa nasi dan camilan lain dengan jumlah yang lebih dan bisa laku saat dijual.
“Ludes semua diborong. Awalnya, saya membaca di media online yang memberitakan bahwa akan ada rangkaian jalan sehat.Kemudian, di group dishare, cari informasi ternyata di Gor. Ya sudah ngadu rejeki, akhirnya ludes,” akui dia.
Ibu muda ini mengakui, biasanya sebelumnya jarang makanan yang dia jual bisa mampu mencapai omset diatas satu juta.
"Kali ini, hari PPNI, omset saya bisa di atas satu juta. Bisa dibuat sangu ibadah, selebihnya bisa ditabung untuk masa depan anak-anak. Semoga PPNI semakin jaya dan semakin sejahtera," ungkapnya sambil mendo'akan.
Sebelumnya, , Ketua panitia kegiatan Asrah Joyo Widono mengaku gembira dengan informasi itu.
“Alhamdulillah 5000 peserta dari para perawat, memborong semua makanannya. Artinya, masyarakat Jember khususnya pelaku UMKM semua bisa menikmati dan ikut merasakan kebahagiaan bersama kami PPNI,” katanya.
Sebagai ketua panitia, Asrah mengaku memang sengaja tidak menyiapkan konsumsi dan fasilitas kepada semua peserta yang hadir di Jember.
“Hotel rata-rata penuh di Jember, bisa dibayangkan berapa perputaran uang selama tiga hari di Jember,” sebutnya.
Pria yang saat ini berdinas di Kecamatan Jenggawah ini mengaku, kegiatan tersebut sukses berkat support banyak pihak.
"Terutama Pemkab Jember dukungannya sangat luar biasa. Kemudian dari Unej, beberapa dinas yang juga ikut mendukung serta pelaku UMKMnya," lugasnya usai acara jalan sehat.
Kendati begitu, dirinya juga mengakui masih terdapat kekurangan dan butuh perbaikan agar kedepan lebih baik.
"Kami akan terus perbaiki, agar penyelenggaraan ke depan lebih baik lagi. Kritik dan saran yang membangun kami tunggu," tutupnya.
Perlu diketahui, nasi pecel pincuk milik Vivin ini adalah nasi khas asli Jember, yang mana rasa dan penyajiannya seperti nasi pecel pincuk Desa Garahan.
Harga tidak mahal, cukup Rp 5.000 per porsi, dijamin puas, berasa makan nasi pincuk pecel garahan. (Hikam)
What's Your Reaction?