Honorer Bidan, Siap Terjang Medan demi Pengabdian

May 3, 2023 - 11:24
Honorer Bidan, Siap Terjang Medan demi Pengabdian
Sayekti Larasati, Honorer Bidan Puskesmas Patrang, Kabupaten Jember (Foto: Imam/Siberindonesia.id)

JEMBER - Menjadi seorang honorer tenaga kesehatan, tidaklah mudah dan butuh kesabaran tinggi.

Tidak semua orang mampu, melakoni profesi yang melelahkan ini.

Tidak main-main. Taruhannya, adalah nyawa dan meninggalkan keluarga.

Di musim Covid-19 tahun kemaren, seluruh nakes dijadikan alat perang untuk melawan wabah.

Namanya juga manusia, taruhannya adalah kematian.

Ya, menurut sebagain orang itu adalah bagian dari resiko. "Salah siapa jadi nakes", katanya dalam candaan.

Gaji pun, belum jelas. Hanya mengandalkan upah jasa pelayanan (japel). Itu pun, keluarnya tidak menentu dan tidak bisa dijadikan andalan.

Bisa tiga bulan sekali, bisa lima bulan sekali. Tergantung, bagaimana kebijakan diberlakukan di setiap daerah.

Tidak terlalu berlebihan, hanya manusia super, yang bisa melakoni profesi yang satu ini.

Tidak terkecuali honorer Bidan bernama Sayekti Larasati, warga Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Bagi Yekti (sapaan akrab), menjadi honorer nakes itu adalah bagian dari ladang perjuangan mencari RidhoNya.

Alasan itulah, yang dijadikan alasan, hingga hari ini tetap bisa bertahan.

Sebagai bidan desa Yekti sadar, bahwa tugas itu tidaklah mudah dan gampang.

Apalagi, dirinya seorang perempuan. Harus benar-benar siap mental dan fisik.

Mengingat medan yang harus dilalui di Kecamatan Arjasa, banyak jalan curam dan mengancam keselamatan. 

Jika hujan, banyak genangan air meluber ke jalan. Namun, semua itu lewat, demi sebuah pengabdian dan mimpi di masa depan.

"Ini sudah menjadi tugas dan pengabdian saya. Harus ikhlas di jalani," katanya.

Ibu dua orang anak ini, sedikit meluapkan kebahagiaannya, saat membaca berita bahwa Bupati H.Hendy akan menandatangani SK Bupati

Bagi seorang Yekti, kejelasan status itu adalah mimpi besar bagi para honorer nakes, tidak terkecuali bagi dirinya.

"Syukur diikuti dengan kesejahteraan dan tambah jatah ASN P3K . Duh, sujud syukur saya," ungkapnya.

Diakhir komentarnya ia menaruh harapan, pernyataan Bupati bukan hanya sekedar retorika.

"Karena kami mengabdi sudah belasan tahun. Sudah super sabar. Namun kami percaya, H.Hendy bisa mewujudkan," katanya melanjutkan.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow