Hari Raya Tak Lengkap Tanpa Kue 'Madumongso'

Apr 22, 2023 - 19:11
Hari Raya Tak Lengkap Tanpa Kue 'Madumongso'
Kue Madumongso buatan Ibu Imam, warga Dusun Krajan, Desa Slateng, Kecamatan Ledokombo, Kebupaten Jember, Jawa Timur (Foto: Istimewa)

JEMBER - Menyambut Hari Raya Idul Fitri, bagi sebagian besar masyarakat Kabupaten Jember wilayah timur dan utara, tidak lengkap rasanya tanpa kue yang satu ini.

Ya, 'Madumongso'. Kue legendaris berbahan ketan hitam yang satu ini, masih banyak menghiasi meja-meja tamu di wilayah ini.

Jajanan ringan ini, menurut cerita sejarah, tidak lepas dari masyarakat Kabupaten Ponorogo.

Dimana waktu itu, masyarakat yang pulang ibadah Haji ke Baitullah, merindukan buah kurma.

Sehingga, mereka mempunyai inisiatif untuk membuat kue yang rasanya mirip buah kurma.

Bahan-bahannya yaitu, menggunakan ketan hitam yang ditape, dicampur dengan santan kelapa asli.

Kemudian diberi gula secukupnya dan diaduk dimasak mengunakan tungku pemanas dan diaduk seperti layaknya dodol.

Setelah matang, dikemas dengan menggunakan plastik atau kertas warna warni.

Biasanya, kue ini terkenal awet. Ada yang mengatakan, 'Madumongso' bisa bertahan sampai dua minggu lamanya.

Bahkan, ada yang bilang, mampu bertahan satu bulan. Tergantung, bagaimana pengolahannya.

"Tidak lengkap hari raya tanpa Madumongoso," ungkap Bu Imam, salah seorang ibu rumah tangga asal Desa Slateng, Kecamatan Ledokombo menyampaikan, Sabtu (22/04/2023).

Untuk hari raya tahun ini, dirinya mengaku sengaja membuat Madumongoso sebanyak 5 kilogram.

"Karena saudara banyak. Ya, dibagi-bagi dengan saudara. Alhamdulillah, lumayan mengobati rasa kengan karena ini kue kecintaan almarhum ibu saya," akui dia.

Bukan hanya Ibu Imam, H.Abdul Azis pun bernada sama. Menurutnya, Madumongso tidak bisa dilepaskan dari sejarah.

"Ini sejak jaman nenek moyang Madumongso sudah ada. Jadi, bagi kami warga Madura yang ada di Jember, tetap buat setiap hari raya" tutup warga asal Kalisat itu.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow