Hari Lahir Pancasila, Kader Muda NU Situbondo Laucing Komunitas GLN
SITUBONDO - Di hari lahir Pancasila kader Muda Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Situbondo melaucing komunitas Gerakan Literasi Nahdliyyin (GLN) di Aula Pondok Pesantren Nurul Wafa, Desa Demung, Kecamatan Besuki, Kamis 1 Juni 2023.
Acaranya laucing itu dikemas dengan acara Simposium Politik dengan mengusung tema “Kriteria Pemimpin dalam Kacamata Warga Nahdliyyin Guna Menyongsong Pesta Demokrasi Serentak 2024”.
Acara itu mengahadirkan narasumber Rio Prayogo, Founder Yayasan Mara Marda Institut yang juga masih aktif sebagai Pengurus Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) Jakarta Utara, Serta Ceo dan Direktur Politika Research dan Cunsulting (PRC).
Moh Najiburrahman, Sekretaris GLN, menerangkan, Gerakan Literasi Nahdliyyin (GLN) adalah wadah berkumpul beberapa pemuda Nahdliyyin kecamatan Besuki yang bersifat nirlaba dan dibentuk sejak medio Januari 2021 silam.
" Komunitas GLN ini diinisiasi oleh Kader Muda NU Situbondo yang ada di Kecamatan Besuki. Kami resah akan rendahnya literasi kaum muda di kota yang punya julukan Kota Santri ini," kata Gus Najib pada media lewat keterangan tertulis," Minggu (3/6/2023).
Setelah mulai kegiatan kurang lebih dua setengah tahun lalu, lanjut Najib, akhirnya GLN melaksanakan kegiatan diskusi rutin dan menuliskan hasil diskusi di Buletin Aksara yang dikelola komunitas.
Lebih lanjut, Aktivis PMII UINSA ini mengatakan, GLN secara kontinyu juga menerbitkan konten-konten informatif di media sosial komunitas pada kanal Facebook, Instagram, dan Telegram yang bisa secara bebas diakses oleh publik.
"Kami juga merencanakan dan akan melaksanakan riset isu pendidikan, sosial, budaya, seminar literasi, GLN Q dan A, GLN Muda NU, tadabur buku, pemberdayaan ekonomi, serta publikasi penulisan buku, dan buletin," ujarnya.
Dengan berdirinya GLN, Dia mengajak kaum muda di Kecamatan Besuki untuk bisa bersama-sama dan berkolaborasi menguatkan budaya literasi khususnya di kalangan warga Nahdliyyin
" Mari kita beraama-sama menggali pengetahun tentang apa saja yang berhasil dipotret oleh lembaga survei tentang kriteria-kriteria dalam dunia nyata, baik soal pendidikan, sosial, budaya, dan politik memilih pemimpin dari pelbagai karakteristik warga Nahdliyyin," pungkasnya.
What's Your Reaction?