Dinsos P3AKB dan Dispendik Bondowoso Kompak Sosial Cegah Pernikahan Dini

Jul 12, 2023 - 19:05
Dinsos P3AKB dan Dispendik Bondowoso Kompak Sosial Cegah Pernikahan Dini
Dinsos P3AKB dan Dispendik Bondowoso Kompak Sosial Cegah Pernikahan Dini di lembaga sekolah

BONDOWOSO - Dua Organisasi Perangkat Daerah (OPD), yakni Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) dan Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Bondowoso, kompak sosialisasi untuk mencegah pernikahan dini.

Sosialisasi itu dilakukan karena masih tingginya angka pernikahan dini di Bondowoso, Jawa Timur.

Hal itu pun dibuktikan tingginya jumlah dispensasi kawin di Pengadilan Agama yang cukup banyak sejak beberapa tahun terakhir.

Sosialisasi itu dilaksanakan di Kunuzul Imam, Kelurahan Sekarputih, Kecamatan Tegalampel, Rabu (12/7/2023) siang.

Kepala Dinsos P3AKB Kabupaten Bondowoso, Anisatul Hamidah mengatakan, sosialisasi pencegahan pernikahan dini itu untuk memutuskan kebiasaan anak melahirkan anak.

"Jika itu terhenti, maka siswa bisa melanjutkan pendidikan atau berkarir lebih tinggi sebelum menikah," ujarnya.

Anis menyatakan, sosialisasi itu dilaksanakan sebagai upaya Pemkab Bondowoso menekan laju pernikahan dini adalah dengan menggencarkan sosialisasi kepada para siswa.

"Ada 120 siswa kelas X yang menjadi peserta. Kami ingin sosialisasi ini berdampak positif pada pembentukan generasi emas Bondowoso pada tahun 2045 yang harus disiapkan sejak hari ini," bebernya.

Lebih lanjut, Anis menerangkan, aturan terbaru usia pernikahan minimal 19 tahun.

Oleh karena itu, sejak tingkat SMP dan SMA sederajat pun kita harus tanamkan pola pikir anti pernikahan dini itu kepada siswa.

Berdasarkan data, ada 308 lembaga pendidikan tingkat SMP dan SMA sederajat di Bondowoso yang masuk kategori Sekolah Sadar Kependudukan (SSK) yang juga berkorelasi dengan program pencegahan pernikahan dini.

"Lembaga pendidikan mulai SMP, MTS, SMA, SMK dan MA se Kabupaten Bondowoso. Kita ingin jumlah ini terus bertambah untuk mewujudkan lahirnya generasi emas dan pemimpin di Bondowoso di masa depan," nilai Anis.

Kepala Dispendik Kabupaten, Sugiono Eksantoso mendukung penuh pola kolaborasi lintas instansi untuk pencegahan pernikahan dini tersebut.

"Di tingkat SMP ada 100 SSK dan salah satunya mendapatkan penghargaan tingkat Nasional tahun ini yaitu SMPN 1 Pujer," sebut Sugiono dikonfirmasi terpisah via sambungan telepon.

Menurutnya, pemasifan sosialisasi diharapkan tidak hanya menyasar para siswa, melainkan juga orang tua, tokoh masyarakat dan para penghulu.

"Supaya pemahaman tentang buruknya dampak pernikahan dini lebih masif lagi," ucapnya.

Di sisi lain, Dispendik Kabupaten Bondowoso juga ikut berupaya untuk mengurangi angka pernikahan dini di Bondowoso yang disebut-sebut terpengaruh budaya.

"Pernikahan dini di Bondowoso seperti jadi budaya, karena beberapa orang tua ingin anaknya cepat menikah di usia muda. Oleh sebab itu kita berupaya mengubahnya dari tingkat sekolah," ucapnya.

Bahkan, Dispendik Bondowoso mensyaratkan kepada para kepala sekolah untuk ikut andil mencegah para siswa berhenti sekolah. Hal itu dituangkan dalam pakta integritas sejak tahun lalu.

"Jika sampai ada siswa yang putus sekolah lalu menikah, maka kepala sekolahlah yang harus disanksi pertama kali. Kalau itu terjadi, pasti langsung saya tindak," tegasnya.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow