Nestapa Dua Janda Renta, Hidup Kekurangan dan Menderita

Jan 7, 2023 - 21:47
Nestapa Dua Janda Renta, Hidup Kekurangan dan Menderita
Tima dan Artima, warga Desa Pocangan, Kecamatan Sukowono, Kabupaten Jember, Jawa Timur, (Foto: Istimewa)

JEMBER - Sungguh malang nasib Tima (70), warga Dusun Krajan, Desa Pocangan, Kecamatan Sokowono Kabupaten Jember, Jawa Timur. Di tengah pemerintah gencar-gencarnya pemerintah memberikan bantuan kepada rakyat miskin, ia sudah lama tidak menerimanya.

Bersama kakak kandung tercintanya bernama Artima (72), mereka hidup di gubuk reot berdindingkan anyaman bambu. Lantainya masih terbuat dari tanah dan sudah terlihat lapuk. 

Terlihat kumuh dan tidak ada warna cat. Tidak ada barang berharga yang terlihat. Hanya tumpukan baju dan kayu yang tidak beraraturan.

Jika malam, angin terasa menusuk di kulit. Itu karena dinding bambu sudah banyak bolong karena lapuk dimakan usia. Bahkan, berpotensi ambruk dan mengancam keselamatan bagi keduanya.

Tima mengalami penyakit katarak menahun, hingga saat ini belum sembuh dan tidak bisa melihat. Hanya meraba-raba di bilik bambu.

 Ia tidak memiliki anak dan keluarga. Hanya kakak tercinta bernama Artima, yang sudi menemani dan menjadi teman bercerita setiap harinya.

Kondisi Artima sendiri juga sering sakit-sakitan. Badannya terlihat rengkuh, seperti tidak kuat berjalan. Kerutan dan garis sangat terlihat jelas di raut wajah dan pipinya. Maklum saja, usianya sudah memasuki senja. 

Jika azan magrib berkumandang, keduanya masih sibuk menuang minyak tanah yang dilengapi dengan sumbu, sebagai sumber penerangan satu-satunya. Karena memang tidak listrik di gubuk tua itu.

Bagi mereka, tidak makan sehari itu biasa, cukup meneguk air segelas sudah kenyang. Semasa masih sehat, Timu biasanya mencari bulir padi di sawah, sisa panen tetangganya. Kini, Timu sudah sakit-sakitan. 

Untuk bisa menyambung hidup, hanya menunggu belas kasihan tetangga sekitarnya. Dapat makan nasi dan garam saja adalah rejeki yang tidak ternilai bagi mereka.

“Kami sudah satu tahun lebih tidak pernah dapat bantuan. Baik dari RT, kampung ataupun kepala desa. Ya, nunggu pemberian tetangga,” akui Timu menjelaskan, Sabtu (07/01/20220) siang.

Kedua janda tua ini, mengaku hanya bisa pasrah dan berdo’a, Agar ada rejeki untuk keesokan harinya berharap rejeki datang.

"Kadang dikasih tetangga. Kadang, nasi yang kemaren dimakan, seadanya. Kalau tidak ada yang ngasih, cukup minum sudah kenyang,” kata Tima sambal tertawa lirih.

Sementara Kepala Dusun Krajan, Desa Pocangan Mulyadi, membenarkan kalua kondisi Tima dan Artima memang memperihatinkan.

Sebagai kepada dusun, dirinya mengaku sudah berulang kali mengusulkan agar keduanya mendapatkan bantuan bedah rumah dari pemerintah.

“Namun, sudah satu tahun lebih bantuan untuk itu tidak pernah turun. Bahkan, dulu ada usulan bedah rumah, namun tidak juga tercover,” ucap Mulyadi.

Kendati begitu, selama menjadi tetangga, Mulyadi mengaku tetap peduli kepada Tima dan Artima jika ada kekurangan.

“Kami juga tidak tega. Beberapa bulan lalu rumah depan ambruk. Kami mau tidak mau, harus bergotong royong membetulkannnya,” ucapnya.

Tima dan Artima adalah salah satu dari ribuan potret kemiskinan Kebupaten Jember, yang masih luput dari perhatian pemerintah dan belum terekspos.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow