Mantan Sekda Bondowoso Tegaskan Tak Pernah Berikan Fee Proyek pada Ketua DPRD

Mar 14, 2024 - 18:16
Mantan Sekda Bondowoso Tegaskan Tak Pernah Berikan Fee Proyek pada Ketua DPRD
Syaifullah mantan Sekda Bondowoso (Foto Itimewa)

SIBERINDONESIA, BONDOWOSO- Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Syaifullah menegaskan tidak pernah memberikan fee proyek kepada Ahmad Dhafir Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bondowoso.

Hal itu diungkapkan Syaifullah pada media setelah ramai pernyataan Munandar tentang fee proyek saat memberikan kesaksian di persidangan kasus OTT Dua oknum Kejaksaan Negeri Bondowoso, Kamis (14/3/2023).

Lebih lanjut, Syaifullah mengaku tidak memiliki kewenangan untuk memberikan sesuatu pada siapapun selama masih aktif menjabat

Dia meyakini selama menjabat tidak pernah memberikan sesuatu, berbentuk apapun kepada Ketua DPRD Bondowoso.

"Oh tidak mas (tidak memberikan fee proyek). Apa yang harus saya berikan, karena Sekda tidak punya wewenang memberikan apapun pada siapapun. Kalau itu dilakukan berarti melampaui wewenang Bupati, dan pasti Bupati marah," ujarnya.

Menurutnya, hirarki dalam pemerintahan harus dipegang teguh oleh seorang sosok Sekda. Sehingga Sekda tidak punya wewenang memberikan apapun pada siapapun.

Diberitakan sebelumnya, bahwa Nama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bondowoso disebut-sebut menerima aliran dana fee proyek dari Dinas BSBK setempat pada tahun 2020-2021.

Pernyataan itu diungkapkan mantan kepala Dinas BSBK Bondowoso, Munandar saat sidang terkait OTT Kepala Kejaksaan Negeri Bondowoso, di ruang Sidang Tipikor Surabaya, beberapa waktu lalu.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Bondowoso, Ahmad Dhafir membantah jika dirinya sebagai unsur dari Forkopimda menerima aliran fee Proyek dari Dinas BSBK.

Dirinya mengungkapkan bahwa, jika dirinya tidak pernah menerima aliran fee proyek dari Dinas tersebut.

"Jangankan Ratusan Juta, seribu rupiah pun saya tidak pernah menerima dari yang bersangkutan, " katanya saat dikonfirmasi di rumah dinasnya, Senin (11/3/2024).

Dia menambahkan, jangankan menerima aliran fee Proyek, diajak diskusi pun dirinya tidak pernah dilibatkan.

Selain itu, Ahmad Dhafir membantah, aliran fee Proyek itu masuk kepada dirinya, sebagaimana yang diutarakan Munandar saat sidang di tipikor surabaya.

" Ngapain saya menerima, lawong diajak diskusi tentang proyek saja saya tidak pernah, bisa dibayangkan saja, kalau memang saya mau bermain-main, kenapa saya tidak bermain di Pokok-pokok pikiran (Pokir) DPRD saya saja, kan itu lebih aman," pungkasnya. 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow