Tega, Camat di Aceh Singkil, Diduga Ingin Gusur Rumah Anak Yatim
ACEH SINGKIL - Sungguh tega, seorang Camat, Kecamatan Singkil, bernama Khairudin, diduga ingin menggusur rumah anak yatim di Desa Pulo Sarok hanya karena alasan kumuh.
Sejak usaha kerajinan Batok Kelapa yang semakin berkembang di Aceh Singkil ini di lirik Pj. Gubernur beberapa minggu lalu dan, tiba-tiba Camat setempat, Khairudin ingin menggusur kediaman itu dengan alasan terlalu kumuh atau kotor.
Hal itu diungkapkan oleh Tanjung pengasuh anak yatim di Desa Pulo Sarok, Selasa (6/6/2023).
Lebih lanjut, Tanjung mengaku tidak habis pikir, akan sikap Camat Singkil yang tega mau menggusur tempat tinggal anak-anak yatim piyatu.
" Padahal di sini ada usaha kerajinan Batok Kelapa, satu-satunya di Aceh Singkil yang berkembang sampai sekarang dibawah binaan Dinas Koperasi dan Perdagangan (Diskoperindag)," imbuhnya.
Kata Tanjung, usaha kerajinan batok itu saat ini sudah dilirik oleh Pj. Gubernur. Bahkan, dari hasil kerajinan itu itulah dapat membiayai hidup dan sekolah anak- anak yatim.
Tanjung mempertanyakan, kenapa rumah anak yatim itu yang mau digusur, padahal sudah tinggal di lokasi tanah milik Diskoperindag, dan orang dinas itulah yang menyuruh menempati rumah tersebut. Bahkan, Pj. Bupati Aceh Singkil, Marthunis juga setuju para anak-anak yatim tinggal di sana.
"Berkat kami disini, usaha kerajinan Batok Kelapa satu-satunya di Aceh Singkil berkembang," ujarnya.
Sementara, Khairudin Camat Singkil, saat dikonfimasi mengaku, ingin di daerah kelahirannya itu (tempat anak yatim) pendatang tidak boleh berkembang dan harus warga pribumi yang berwewenang.
" Kami asli pribumi, jadi kami yang berhak apapun di tanah kelahiran kami ini, apa lagi tentang kebersihan, seharusnya di wilayah saya ini bersih dan tidak kotor," pungkasnya.
Pewarta : zairin
Editor : Bahrul
What's Your Reaction?